RSS

WANITA ABADI DALAM AL-QURAN

28 Okt

Assalamu’alaikum…

Fatimah Az-Zahra adalah salah satu dari beberapa wanita yang abadi atau diceritakan dalam Al-Qur’an. Merupakan contoh dan tauladan bagi umat muslimah, dikarenakan keimanannya-rasa cintanya- dan juga ketabahannya. Yaudah, sekarang kita kenali lebih dekat yuk siapa itu Fatimah dan berbagai kisah tauladannya.

Fatimah  Az-Zahra  adalah seorang wanita yang cantik jelita dilahirkan  delapan  tahun  sebelum Hijrah di Mekkah dari Khadijah, istri Nabi yang pertama. Fatimah ialah anak yang keempat, sedang yang lainnya: Zainab, Ruqaya, dan Ummi Kalsum.

Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan perangai  yang  agak  melankolis.  Badannya  yang  lemah,  dan kesehatannya yang buruk menyebabkan ia terpisah dari kumpulan dan permainan anak-anak. Ajaran, bimbingan, dan aspirasi ayahnya yang agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar dan yang buruk.

Pada beberapa kesempatan Nabi Muhammad SAW menunjukkan rasa sayang yang amat besar kepada Fatimah. Suatu saat Beliau berkata, “O… Fatima, Allah tidak suka orang yang membuat kau tidak senang, dan Allah akan senang orang yang kau senangi.”

Sebenarya Fatimah ingin dipinang oleh Umar dan Abu Bakar, namun Fatimah akhirnya berhasil dipinang oleh Imam Ali Bin Abu Thalib. Walaupun  dirinya begitu miskin. Tetapi akhirnya ia memberanikan diri meminang Fatimah, dan langsung diterima oleh Nabi. Ali menjual kwiras (pelindung dada dari kulit) miliknya yang bagus. Kwiras ini dimenangkannya pada waktu Perang Badar. Ia menerima 400 dirham sebagai hasil penjualan, dan dengan uang itu ia mempersiapkan upacara pernikahannya. Upacara yang amat sederhana. Agaknya, maksud utama yang mendasari perayaan itu dengan kesederhanaan, ialah untuk mencontohkan kepada para Musllim dan Musllimah perlunya merayakan pernikahan tanpa bermewah-mewahan.Fatimah hampir berumur delapan belas tahun ketika menikah dengan Ali.

Kepada putrinya Nabi berkata,  “Anakku,  aku telah menikahkanmu dengan laki laki yang kepercayaannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada yang lainnya, dan seorang yang menonjol dalam hal moral dan kebijaksanaan.”

Pasangan suami-istri ini terkenal saleh dan dermawan. Mereka tidak pernah membiarkan pengemis melangkah pintunya tanpa memberikan apa saja yang mereka punyai, meskipun mereka sendiri masih lapar.

Juga  Nabi dikabarkan  telah  berucap:  “Fatimah  itu  anak  saya, siapa  yang  membuatnya  sedih,  berarti  membuat  aku  juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga.”

Aisyah, istri Nabi tercinta pernah berkata, “Saya tidak pernah berjumpa dengan sosok pribadi yang lebih besar daripada Fatima, kecuali kepribadian ayahnya.”

Atas  suatu  pertanyaan,  Aisyah  menjawab,  “Fatimah-lah  yang paling disayang oleh Nabi.”

Fatima dianugerahi lima orang anak, tiga putra: Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Hasan lahir pada  tahun  ketiga  dan  Husein  pada  tahun  keempat Hijriah sedang Muhsin meninggal dunia waktu masih kecil.

Fatimah  merawat  luka  Nabi  sepulangnya  dari  Perang  Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, pada akhir tahun 11 Hijrah.

Dalam perjalanan haji terakhir ini Nabi jatuh sakit. Fatimah tetap mendampingi beliau di sisi tempat tidur. Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah yang membuat Fatimah menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi yang membuat  Fatimah tersenyum.    Setelah  nabi wafat, Fatima menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ayahnya membisikkan berita kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatimah-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di alam baka, maka fatimah menjadi bahagia.

Tidak lama setelah Nabi wafat, Fatimah meninggal dunia, dalam tahun itu juga, enam bulan setelah nabi wafat. Waktu itu Fatimah berumur 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaatul Baqih (Medina), diantar dengan dukacita masyarakat luas.

Inilah temen-temen kisah seorang Fatimah, putri Nabi kita yang sholehah dan juga berbakti pada orangtuanya. Tentunya Fatimah ini adalah wanita yang diceritakan dalam Al-Qur’an. Sosok wanita yang dapat memimpin dirinya  dan kemudian kekal di akhirat bersama ayahanda tercintanya ^^ plok.plok.

Wassalamu’alaikum…..

MIKO—Rohis Adz-Dzikri

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2011 in Artikel

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: